INVESTASI PASTI KEMBALI


Jika kita mendengar kata “investasi” yang langsung muncul di alam pikiran kita adalah investasi deposito, investasi ruko, investasi tanah, atau investasi apartemen dan investasi usaha lainnya. Pilihan investasi yang kita ambil seringkali ditentukan dari besarnya prosentase tingkat pengembalian yang menyertainya. Tingkat pengembalian deposito berkisar 5-8% / tahun; menyewakan ruko 5 – 10%; demikian juga berbagai jenis investasi lainnya. Namun apapun jenis investasinya; umumnya tingkat pengembalian nya dibawah 20% setahun.

Adakah jenis investasi yang pasti kembali ? Sebagai pekerja kantoran; investasi apa yang seharusnya kita lakukan ? Apakah selalu investasi itu kita lakukan di luar diri kita ? Adakah jenis investasi yang tingkat pengembaliannya pasti dan prosentase pengembaliannya diatas 20% setahun ? Jika ada investasi yang pasti kembali dan prosentase tingkat pengembaliannya diatas 20 % setahun, bersediakah kita segera melakukan investasi pada bidang tersebut ?.

Mari kita lihat kisah nyata beberapa rekan kita yang melakukan investasi bukan di luar dirinya, tetapi justru melakukan investasi ke dalam diri mereka. Simak juga prosentase tingkat pengembalian nya.

WATI : Seorang beauty advisor kosmetik di tahun 2004 berpenghasilan Rp 600.000 sebulan. Menginvestasikan seluruh gaji dan sebagian tabungannya mengikuti training Profesional Salesmanship Skill senilai 700.000 rupiah. Berbekal ketrampilan menjual yang diperoleh dari training, tiga bulan berikutnya ( bulan ke 4) diangkat menjadi Supervisor dan bergaji 800.000/bulan. Tidak berhenti pada tahap itu saja; motivasi yang kuat, ketrampilan komunikasi dan keuletannya menyebabkan dia mendapatkan promosi pada bulan ke tujuh sebagai Beauty Clinic Manager dan berpenghasilan Rp 1.600.000/bulan. Tahun itu juga investasi pengembangan diri sebesar Rp 700.000 lunas terbayar dengan peningkatan gajinya.

Baca Juga : Integritas Terlepas Karir Terhempas

Perhitungan Investasi Wati :

Investasi pengembangan diri Rp 700.000 rupiah; Hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp 6.000.000. Dihitung dari (( 200.000/bulan x 9 bulan) + ( 800.000/bulan x 6 bulan)). Tingkat pengembalian = 857 % ( 5.200.000 / 700.000 x 100% ).

Note: dengan ketrampilan komunikasi yg diperolehnya dari training kini (2014) penghasilan Wati tidak kurang dari 20 juta rupiah/bulan.

JOHN: Seorang kepala cabang di awal tahun 2008 tercerahkan pemikirannya dengan sebuah kalimat : “ Presiden Amerika, petinju legendaris, petenis dunia, pebisnis yang sukses dan orang orang yang sangat sukses mempunyai sebuah kesamaan; yaitu sama sama mempunyai pelatih”. Menyakini kebenaran kalimat tersebut JOHN mengambil keputusan menyisihkan uangnya sebesar 1 juta rupiah untuk mengikuti workshop “CAREER COACHING SESSION”. Keputusan investasi bagi perkembangan diri ini, bukanlah hal yang mudah bagi John, sebab penghasilan bersih nya saat itu 5.0 juta rupiah / bulan dan jika dihitung dengan kebutuhan hidupnya tidak ada sisa sama sekali di akhir bulan, namun John menyadari bahwa tanpa adanya sebuah cara yang berbeda; penghasilannya tidak akan pernah berubah dan nasibnya begitu begitu saja. Bulan Januari dan Februari John serius dan tekun belajar dalam setiap sesi pertemuan workshop tersebut. Bulan Maret John di interview pada sebuah perusahaan dan berdasarkan ilmu barunya serta nasehat nasehat pelatihnya bulan April John mendapat pekerjaan baru dan jabatan baru dengan penghasilan bersih 15 juta rupiah/ bulan. Batas atas penghasilannya terlampaui dan tembok penghalang karir telah runtuh. Perhatikan yang berikut : Gaji baru John 15 Juta/bulan ; gaji lama 5 juta/bulan berarti perbedaan gajinya sebelum dan sesudah mengikuti workshop adalah 10 juta rupiah / bulan. Dahsyat !!! bukan ?

Perhitungan Investasi John:

Investasi pengembangan diri Rp 1.000.000 rupiah; Hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp 90 juta ( 10 juta/bulan x 9 bulan). Tingkat pengembalian = 9.000 % ( 90 juta / 1 juta x 100% ).

ANI : Seorang manajer HRD, di tahun 2013 karena dorongan atasannya termotivasi mengi kuti workshop, ujian dan sertifikasi keahlian profesi di bidang HRD. Ani nekat membuka tabu ngannya dan menginvestasikan dana Rp 13. 500.000 untuk pengembangan dirinya. Ani mengaju kan cuti 5 hari untuk mengikuti training dan ujian sertifikasi tersebut. Seminggu setelah ujian selesai Ani dinyatakan lulus dan berhak untuk menambahkan gelar kehalian di belakang namanya. Dua bulan berikutnya terjadi reorganisasi di departemen HRD. Berbekal dengan keahliannya yang telah tersertifikasi Ani mendapatkan promosi berupa kenaikan golongan dari golongan manager ke golongan senior manager. Alhasil promosi tersebut menyebabkan Ani tidak saja mengalami peningkatan penghasilan sebesar 2 juta rupiah per bulan, melainkan investasinya dalam mengembangkan diri terbayar sudah.

Perhitungan Investasi Ani :

Investasi pengembangan diri Rp 13.500.000 rupiah; Hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp 20 juta ( 2 juta/bulan x 10 bulan). Tingkat pengembalian = 48 % ( 20 juta / 13.5 juta x 100% ).

Wati, John dan Ani berani melakukan investasi untuk pengembangan diri mereka, meskipun memiliki prosentase pengembalian investasi yang berbeda beda, namun mereka mempunyai pengalaman yang sama yaitu dalam hal : INVESTASI PASTI KEMBALI

Kesimpulan :
1. Anda adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap investasi bagi kemajuan karir anda sendiri.
2. Kemajuan karir anda bukan tanggung jawab atasan; bukan orang tua; apalagi perusahaan anda.

[quote]“Investasi pengembangan diri tidak saja pasti kembali, melainkan menembus batas atas penghasilan dan bahkan meruntuhkan tembok penghalang karir kita”[/quote]. Timotius Oyong – The Achiever Coach.

Bagaimana dengan anda ?
Sudahkah anda melakukan investasi yang pasti kembali ?
Jika sudah…. Lanjutkan !!!
Jika belum lakukanlah sekarang atau karir anda jalan di tempat !

##################

Posted in Articles, Career, Inspiratif, Tips and tagged , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *