IRONI WAKTU DUA KUBU

Waktu 24 Jam sehari terlalu banyak untuk sebagian orang, namun tak pernah cukup untuk sebagian orang yang lain. Iniliah yang disebut dengan Ironi. Adanya “double audience” adalah prasyarat pertama tebentuknya sebuah Ironi. Syarat yang kedua adalah terjadinya pemahaman, pemanfaatan atau tindakan yang yang bertolak belakang.

IRONI 1 : Karyawan kubu D merasa kelebihan waktu dan tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. “Kenapa sih atasan istruksinya tidak cukup lengkap. Harusnya ada Job Description yang sangat rinci, jadi saya tahu apa saja yang harus saya kerjakan !”. Sementara itu pada bagian lain karyawan kubu A sangat kekurangan waktu bahkan merasa tertekan karena terlalu banyak mengetahui hal hal yang seharusnya dilakukan namun tidak sanggup direalisasikan karena keterbatasan waktu. “Kenapa waktu begitu cepat berlalu ya ? padahal masih banyak lagi hal yang harus kita kerjakan”.

IRONI 2 : Terkait dengan sebuah hari raya keagamaan setempat, banyak para pemilik toko menutup atau meliburkan bisnisnya pada hari tersebut. Hari raya keagamaan ini tidak diliburkan secara resmi oleh pemerintah pusat, namun dianggap sangat penting oleh masyarakat daerah.
Kubu besar salesman D menginginkan supaya perusahaan meliburkan seluruh karyawannya, karena untuk apa masuk kerja toh sebagian besar pemilik toko libur. “ Kalau customer libur siapa yang mau dikunjungi ? Masa mengunjungi toko toko yang tutup sambil membawa kain lap kanebo dan ember untuk membersihkan pintu ruko ? Bukankah tugas salesman adalah menawarkan dagangan kepada pemilik toko ? Jadi apa donk maksud perusahaan meminta salesman masuk kerja ?” demikian isi ayat koor kubu D. “Jangan salahkan kami ya kalau kami ngangur nganguran di kantor, demikian imbuhnya dengan logat ke daerahan yang kental”.
Kubu salesman A berucap: “Wah syukur alhamdullilah ……..akhirnya… kita punya kesempatan yang sangat baik untuk menyelesaikan laporan yang tertunda, membereskan meja kerja serta locker. Lebih dari itu ada waktu juga untuk menganalisa pelanggan kita satu persatu, trend pembelian, jenis barang yang paling sering dibeli dan juga memeriksa kelancaran pembayaran mereka. Sebenarnya waktunya tidak cukup, karena kita masih kekurangan waktu untuk mengasah kembali pengetahuan dan ketrampilan kita, namun oke lah yang penting kita sudah berusaha sangat maksimal”.

IRONI 3 : Delapan Jam kerja sehari terlalu banyak bagi sekelompok karyawan D, namun 12 Jam kerja sehari di kantor masih juga disambung dengan jam kerja tambahan di rumah oleh kelompok A. Ironi bukan ?.

IRONI 4 : Sekelompok karyawan D dengan berbagai upaya dan alasan menolak tugas tugas tertentu, supaya mendapatkan kesempatan menikmati waktu Luang atau IDLE TIME. Kelompok ini juga memiliki kecenderungan jam istirahat makan siang yang semakin panjang. Mulai istirahat paling awal dan mensudahi istirahat paling akhir. Kubu lainnya justru membawa atau memesan makan siang untuk makan di meja kerja guna memperpendek IDLE TIME.
Bagaimana dengan Anda ? Apakah anda lebih sering ada di kubu A ? Ataukah anda sudah kontrak mati tinggal di kubu D ? Apakah anda justru pendiri dan sekaligus kepala suku kelompok D ? Bagaimana supaya kita dapat mengunakan waktu dengan lebih produktif lagi ?

Baca Juga :PATUHI 100% ARAHAN ATASAN : Kunci Sukses Karir

Berikut beberapa renungan, tindakan dan doa serta kebiasaan untuk dikembangkan :

1. Renungan :
“Jika Anda hanya memiliki waktu 48 jam lagi untuk hidup, akankah Anda habiskan seperti Anda biasanya menghabiskan akhir pekan Anda? Jika tidak, mengapa selama ini menghamburkan 2 hari dari 7 hari setiap pekan dan membuang-buang waktu luang begitu saja ? Ingat, waktu luang tidaklah gratis. Waktu luang adalah waktu yang paling mahal yang Anda miliki, karena tidak ada orang yang membayar untuk itu, tetapi Anda sendirilah yang harus membayarnya. Jika Anda mampu memanfatkan waktu luang dengan sangat baik maka Anda sendirilah yang menuai keuntungan atas penggunaan waktu tersebut dengan bijak. ”

2. Tindakan :
Sebelum Anda menghargai diri sendiri, maka Anda tidak akan menghargai waktu Anda.
Sebelum Anda menghargai waktu Anda, maka Anda tidak akan melakukan apa-apa dengan waktu – asset anda yang paling berharga.”
“You may delay, but time will not.”
―Benjamin Franklin

3. Doa :
Ya Tuhan, Ajarilah kami menghitung hari hari kami sedemikian, sehingga kami memperoleh hati yang bijaksana. Kitab Mazmur.
“Time is what we want most, but what we use worst.”
William Penn

4. Tindakan berulang ulang :
Kebiasaan menyediakan waktu untuk mengasah gergaji adalah kebiasaan ke 7 dari buku “7 habits of Highly Effective People” yang sangat terkenal di seluruh dunia. Tindakan yang menyebabkan kita menjadi pribadi yang sangat effektif. Hal ini sejalan dengan ayat berikut “Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat”. Kitab Pengkotbah.

Bagaimana dengan Anda ? Ironi waktu tak dapat dihapus, yang paling penting adalah : “Tentukan kubu Anda sekarang !!!

Posted in Articles, Career, Inspiratif, Tips and tagged , , , , , , , , .